Monday, 28 September 2015

Teman yang tulus adalah segalanya

Posted by Nana W at 12:39 0 comments
Memiliki teman yang slalu setia menemani tentu menjadi mimpi bagi hampir semua orang. Meski pada kenyataannya, tak semua orang beruntung mendapatkan mimpi itu. Beberapa diantaranya justru merasakan sebaliknya. Memiliki teman yang justru hanya memanfaatkannya.
Aku beruntung, tak terlahir di keluarga orang kaya. Semakin kesini, aku semakin berfikir bahwa semakin tinggi tingkat ekonomi/popularitas seseorang akan semakin sulit mengenali mana teman yang tulus mana teman yang hanya memanfaatkan. Aku berkata begini bukanlh tanpa alasan. Ini adalah hasil dari aku memperhatikan beberapa orang yang aku kenal dan aku sempat mengalaminya juga.
Yaaa cerita ini memang seputar materi. Ada yang tiba-tiba mendekat hanya karena si A sekarang bermobil, ada juga karena si B memiliki hp yang apdet, tak sedikit juga karena si C pintar. Macem-macem ceritanya.
Tapi inti dari semua itu sama. Pertemanan yang berdasar kepentingan pribadi. Yaa jaman sekarang nyari seseorang yang tulus emang bukan hal yang mudah. Bahkan lebih sulit dari nyari jarum di tumpukan jerami.
Aku bersyukur, punya teman yang tak begitu. Saling tau kebobrokan diri satu sama lain, tapi tak pernah saling menghakimi. Meski jarang bertemu, tapi selalu rame kompak dan tak pernah kehabisan bahan seperti tiap hari ketemu. Yaa, memiliki sahabat itu seperti memiliki saudara lain dari orang tua yang berbeda. Saling menyayangi, saling berbagi, saling menjaga. Merasakan sakit dan sesak yang sama, ketika salah satu diantara kami terluka. Alhamdulillah aku memiliki mereka. Teman yang tulus  adalah segalanya. We're rich, when we have something priceless.

Monday, 21 September 2015

Jarak adalah sebab

Posted by Nana W at 00:09 0 comments

Malam-malam indah bertabur bintang dan sinar rembulan kini berganti menjadi malam gelap. Tanpa bintang, tanpa rembulan. Bahkan awan hitampun tak berani datang meski sekedar berbasa-basi.
Mimpi buruk itu datang. Kita berada di antara ratusan kilo meter yang terbentang Jakarta - Semarang. Kata yang selalu ingin aku hindari dalam menjalani sebuah hubungan, nyatanya kini datang menyapa.
Ketakutan itu. Yaa, kita tak akan pernah berusaha menghindari, tapi menghadapi. Meski terlihat susah untuk dijalani, tapi aku meyakini bahwa kita akan berhasil melewati. Hari-hari penuh penantian dan gundah, Malam-malam penuh rindu yang menyesakkan dada. Pada satu tujuan kita akan berpegang teguh saling menggenggam percaya. Saling berjuang untuk tetap menjaga. aku tak ingin ada bertahan dan mempertahankan. Yang ada hanyalah kita, tawa, cinta dan bahagia.
Barangkali dengan ini Tuhan ingin kita lebih menghargai saat-saat bersama. Karena Temu akan menjadi sesuatu yang amat mahal untuk bisa kita rengkuh. Bersabarlah demi apa yang telah kita cita-citakan. Bersabarlah akan apa yang tengah kita rasakan.
Jarak hanyalah alasan, agar kita bisa merasakan rindu. Jarak adalah alat, agar kita menjadi lebih kuat. Jarak adalah tujuan, yang membuat kita akan terus menjaga dan mencinta. Jarak adalah sebab, untuk temu yang selalu kita nantikan.

Wednesday, 26 August 2015

Ego tidak membuat kita menang

Posted by Nana W at 20:04 2 comments
Menjalin sebuah hubungan memang bukan perkara mudah. Pertengkaran, kesalahpahaman, mempertahankan ego. Terkadang aku muak. Tapi hidup memang seperti roda berputar. Tak selalunya senang, tak selalunya sedih. Mau tak mau, suka tak suka kita kudu bisa terima.
Kita tahu bahwa kita saling sayang satu sama lain. Tapi tanpa disadari, kadang sayang itu juga yang bikin kita bisa nyakitin satu sama lain. Yaa, ego! Ego yang besar seringkali membuat kita lupa. Air mata yang jatuh, kesedihan yang datang. kerinduan yang hampa. Seakan hari-hari penuh cinta sebelumnya hanyalah bayang-bayang. Andai kita bisa melunakkan sedikit ego kita. Mungkin saat ini kita sedang duduk bersama menikmati Kopi sambil memandangi langit malam. Tertawa, bercanda.
Tapi setidaknya dengan kejadian ini aku belajar. Bahwa pada akhirnya ego tak membuat salah satu dari kita menang. Ia justru hanya merampas momen bahagia yang seharusnya bisa kita nikmati. dan Setidaknya aku memahami, apa yang tak kau sukai. Seperti apa yang kau ingini.
Oh Tuhan, Ini benar-benar malam yang gelap untukku. Sendiri memeluk lutut, berteman sepi. Ahh tak penting bagaimana aku sekarang ini. Semoga kau menikmati perjalananmu malam ini. Jika kau merindu, Kau tau dimana bisa menemukanku.

Aku yang berani mencintaimu

Posted by Nana W at 13:43 0 comments
Kau tau, kapan malam paling gelap terjadi dalam hidupku? Ialah malam, dimana aku merindukanmu tapi kau bahkan tak merasakannya. malam dimana aku memikirkanmu dan terus menebak-nebak kapan penantian ini akan berakhir. malam-malam panjang bertabur sepi saat aku mengingat lembut kecupmu, manis senyummu, hangat pelukmu. Segala tawa bersamamu.  Aku menginginkanmu sebanyak embun membutuhkan pagi. Aku tak ingin kehilanganmu seperti bulan yang tak terpisahkan dari bintang.
Aku mencintaimu dalam ketidaksempurnaanku. Seperti kau mencintaiku dan menerima setiap kekuranganku. Kita, makhluk dengan ketidak sempurnaan. Karena kita hidup. Karena kita nyata. Aku menerimamu, kau menerimaku. Aku dan kamu. Ketidaksempurnaan yang saling melengkapi.
Aku tak pandai merangkai kata. Aku tak pandai mengungkap rasa. Aku jauh dari kata bijak. Aku bahkan tak bisa memasak. Akupun tak bisa memberikan banyak janji untukmu. Aku, seseorang yang hanya bisa mencintaimu dengan hati. Aku, yang selalu belajar untuk terus setia dengan menjaga percaya. Aku, ketidaksempurnaan yang berani mencintaimu.

Sunday, 23 August 2015

Jaga dia untukku

Posted by Nana W at 19:43 0 comments
Mungkin hanya gelap yang benar-benar bisa mengerti. Aku terdampar di sebuah perasaan yang bahkan aku sendiri tak bisa memahaminya. Suasana hati yang terus berubah seperti angin di musim kemarau.
Aku banyak menaruh harapan pAdanya. Aku memimpikan begitu banyak keindahan bersamanya. Hingga aku lupa apa yang dulu selalu aku ingat, bahwa badai takkan lupa untuk singgah. Bahkan menetap, walau untuk beberapa saat.
Kini, badai itu benar-benar telah datang. Keyakinan pada harapan yang aku punya, perlahan mulai goyah. Aku tak lagi yakin. Semua berubah menjadi sesuatu yang tak kukenali. Aku merasa tak lagi pantas. Bahkan untuk sekedar berharap sekalipun. Jika pada akhirnya semua hanya akan berujung hampa, aku akan belajar untuk rela. Meski ikhlas akan sulit untuk kurengkuh. Aku tak ingin memaksakan apa yang hanya berujung sakit. Ia berhak untuk mendapatkan yang jauh lebih baik dari pada aku. Ia berhak untuk hidup berlimpah tawa dan bahagia. Daripada bersamaku yang hanya membuatnya menitikan air mata.
Aku takkan memaksakan kehendak, apalagi memintanya bertahan untuk mewujudkan mimpi-mimpiku. Aku takkan memohon padanya untuk bertahan. Karena aku tahu, akan sulit hidup bersama seseorang yang suasana hatinya mudah terbawa angin. Aku mencoba sebisaku menahan ego. Menahan agar semua bisa membaik. Agar segala yang selama ini aku genggam tak lepas dari genggaman.  Aku takkan meminta apapun, atau memaksa apapun padanya.
Aku hanya ingin, semoga Tuhan memberinya yang terbaik. Sekalipun jika itu bukanlah aku. Mudahkan jalannya, hindarkan ia dari petaka. Penuhi hidupnya dengan kasih dan cinta.  Jaga dia untukku, Tuhan. Meski ia tidak Kau takdirkan bersanding denganku. meski nantinya aku hanya menjadi persinggahan dalam perjalanan hidupnya.

Friday, 21 August 2015

Berkat perkembangan dunia sosmed

Posted by Nana W at 03:13 0 comments

Sepertinya kita telah hidup dii jaman dimana seolah dunia emang benar-benar tanpa batas. Kita bisa tau segalanya. Dan juga apapun tentang siapapun sepanjang yang bersangkutan menghendaki. Yepp! Yang dimaksud menghendaki di sini adalah sepanjang ia mengumbar kehidupan pribadinya di akun sosial medianya. seperti yang kita tau, bahwa akhir-akhir ini  begitu banyak orang menggunakan sosmed untuk berbagi informasi. Tak jarang  juga orang-orang menuliskan status yang berisi keluhan, sindiran untuk seseorang baik secara terbuka maupun terselubung, mengumpat, menyumpahi dan mengungkapkan kebencian. Tapi banyak juga yang menggunakan sosial media untuk membantu sesama, berbagi inspirasi, menyalurkan bakat dan hobi, dan lain sebagainya.
Penilaian bermanfaat atau enggaknya sosial media sebenarnya hanyalah soal persepsi. persepsi ini sebenernya lahir dari cara dia berpikir, yang biasanya keluar atas dasar cerminan perilakunya sendiri. Misal, seseorang menilai bahwa sosial media hanyalah ajang untuk pamer dan berkeluh kesah. Barangkali yang berpikir demikian adalah seseorang yang secara tidak sadar sedang menggambarkan perilakunya sendiri. Ia menggunakan akun sosial medianya hanya untuk memamerkan apa yang ia lakukan, apa yang ia punya, bagaimana suasana hatinya, dan lain sebagainya.
Lebih dari sekedar itu, sedikit banyak aku justru ingin berterima kasih pada sosial media. Karena melalui sosial media aku mendapat banyak informasi, aku terhubung dan semakin mudah berkomunikasi dengan teman dan keluarga yang berada jauh dariku, dan tak hanya untuk hiburan, sosmed juga membuatku seringkali terinspirasi. sosmed juga bikin aku ngerti bahwa begitu banyak hal yang gg aku tau. Saat tau sesuatu, aku jadi makin penasaran dan terus ngegali hal-hal yang nggak aku tau. Begitu banyak fungsi sosmed bukaan, tanpa kita sadari. Kita hanya butuh untuk mengeksplorenya.
Aku pernah terharu karena membaca berita yang berkaitan dngan sosmed. Beberapa diantaranya, status twitter yang berhasil menyelamatkan nyawa seseorang. Jadi saat itu, ada seorang pasien di sebuah rumahsakit yang lagi ngebutuhin donor darah segera. Tapi stok golongan darah yang sesuai lagi kosong. Berkat sebuah status twitter tersebut, si pasien bisa mendapatkan donor darah dengan segera. bahkan stok darah golongan tersebut di rumah sakit sampai melimpah. Subhanallah banget kaaan?!
Dari situ aku mulai sadar. Sebenernya kita hanya butuh untuk membuka mata dengan lebih lebar. Agar kita bisa memandang sesuatu tidak hanya dengan kacamata sendiri, tapi dari berbagai arah lain. Agar pengetahuan dan pemahaman kita tidak sebatas yang kita ingini saja. Karena dunia itu luas. Karena ada begitu banyak pemahaman yang harus kita tahu. bukan hanya sekedar pemahaman dasar dari sudut pandang kita sendiri.
Cukup sekian ahh gaess. Tulisan ini terasa rumpang di bagian sana sini. Mungkin aku lelah dan butuh ridur. Ini udah jam tiga dinihari. Good night, and have a nice dream. :)

serba serbi Belanja online

Posted by Nana W at 02:23 0 comments
Perkembangan dunia maya emang begitu pesat. Sampai-sampai hampir semua orang punya akun media sosial. Nggak terkecuali dunia perdagangan. Yepp!! Online shop bercecer kayak jamur di musim hujan. Mulai dari barang pritilan yang nggak penting berharga ribuan bahkan sampe ratusan juta kayak rumah, mobil bisa didapet via olshop.
Menjamurnya olshop justru makin kesini makin dimanfaatin orang-orang nggak bertanggung jawab buat ngedapetin untung dengan menipu. Yepp!! Bener banget! Udah bukan rahasia lagi, kalo nggak sedikit akun bodong yang sok'sokan jual barang tapi pas udah ditransfer malah barang nggak dikirim. Bahkan, sampe akun penjualan terbesar level nasional sekelas l*z*d* aja bisa kebobolan agen tak bertanggung jawab. Udah pada tauu kan, kasus-kasus macem beli aipon siks datengnya mangga dua biji?! Ada juga yang dateng malah sabun batangan?!
Emaaang, kalo mau belanja di olshop tuh kudu atii-ati. Cari yang sekiranya trusted. misal kamu tau akun itu via instagram, Cek dari komen di foto-fotonya, ada foto testimoninya apa nggak, sama harga. Penting tuuh buat yau harga. Bandingin harganya dengan olshop lain. Inget! Jangan ketipu harga murah. Kita justru wajib waspada kalo harganya kelewat murah dari pasaran.
Terus, coba cek juga respon pas di kontek via wa/bbm/line/sms. Respon'a over alias lebay apa nggak. Kalo aku sih paling males sama olshop yang kalo ditanya-tanya kek seolah nggak butuh. Males ajaa. Kita kan sama-sama butuh yaaa, jadi kudu sama-sama sopan. Sama-sama ngerespon dengan baik. Kalo jutek?! Wassalam! Babaayyy! Alias aku blacklist! Dia butuh duit, kita butuh barang. Jadi gausah deeh sok-sokan jadi yang paling penting. Buat yang customer juga kudu sopan. Jangan mentang-mentang ada duit jadi seenaknya sendiri. Inget! Kita sama-sama butuh satu sama lain.
Tapi emang siih, paling aman itu beli langsung. Udah pasti bakal lebih sesuai dan cucok. Kalo aku sih biasanya nyari dulu, kalo nggak nemu baru nyari di olshop. Takut ajaa kalo nantinya nggak cocok. Hehe pengalaman soalnya. Beli baju di gambar bagus pas udah ditangan ternyata bahan nggak sesuai. Kan bete. Pokoknya, kalo mau belanja di olshop itu kudu teliti, kudu siap (barangkali) kecewa, dan terpenting nyari yang trust. Kalo barang-barang yang sekiranya ada di mall atau pasaran, mending beli sendiri langsung gausah di olshop. Kalo gg nemu, barulah cari di olshop.
Emang sih, dengan belanja di olshop semuanya terasa lebih praktis. Tinggal duduk manis, barang nyampe sendiri. Nggak perlu repot jauh-jauh ke mall, kepanasan waktu di jalan, kaki pegel muter-muter nyari barang, boros jajan karena laper stelah muter-muter juga. Tapi ya itu, selain resiko kena tipu yang gede, barang yang nggak sesuai nggak bisa dituker apalagi dibalikin. Jadi kudu terima apapun dan gimanapun barang yang sampai. Dan terpenting, olshop nggak cocok buat kalian yang punya sifat nggak sabaran. Karena apa? Karena kita kudu nunggu barang dikirim buat sampe ke tangan. Nggak kayak di mall yang tinggal pilih, coba, bayar. Udaaaah deeh tu barang jadi milik kita. Kalo di olshop, kita cuma liat foto, order, transfer, tungguu deeeh Barang dikirim. Setelah barang dikirim, kita kudu nunggu sampe paketan dateng. Baruu deeeh jadi milik stelah barang nyampe ke tangan.
Sekian laaah share kali ini. semoga bermanfaat!

 

Tumpah Ruah Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | web hosting