Monday, 16 June 2014

saat sakit

Posted by Nana W at 23:35 0 comments
Sejak semalam aku tak enak badan. Berkali-kali bersin, dan badan terasa panas. Ahh!! Penyakit bocah ini datang, setelah sekian lama tak pernah menghampiri. Sore ini aku hanya berdiam diri, di kost. Kemudian lamunanku melayang ke saat-saat dimana aku masih kecil. Aku kecil yang item, gendut, rewel dan begitu menyebalkan. Saat kecil, aku begitu takut pada obat. Sampai-sampai, saat sakit, hampir satu keluarga menjagalku demi meminumkan obat ke mulutku. Hahaa itu konyol sekali. Kata Simbok yang dari dulu mengurusku, saat sakit aku selalu mengigau nggak karuan di tengah tidurku. Bangun tengah malam hanya untuk menengguk air putih. Dan sudah pasti begitu manja. Meminta makanan ini itu, tapi tak dimakan. Sebagai seorang anak, aku memang amatlah manja. Tapi sebagai perempuan, aku termasuk dalam spesies yang mandiri. Aku tak ingin terbiasa menggantungkan apa-apa pada orang lain. Karena kau tahu, tak selalunya mereka ada untukku. Disaat seperti ini, aku ingin bermanja-manja. Menggelayutkan badan ke bahunya, mendapat usapan lembut di kepala dan punggung hingga terlelap, kecupan hangat di pipi dan kening. Ahh!! Khayalku terlalu jauh. Saat berpacaran saja aku tak pernah mendapatkan perlakuan manis itu, apa lagi disaat jomblo seperti ini. Terlalu mustahil untuk diminta. Aku ingin dirawat dengan penuh kasih seperti dulu aku merawat (mantan) pacarku. Membawakan makanan ke kostnya, menunggui ia terlelap dalam tidurnya, memijit badannya, mengusap lembut kepalanya saat aku pangku, dan mendaratkan kecupan hangat di pipi dan keningnya. Mungkin pada akhirnya itu hanya akan menjadi sebuah angan dan khayal. Yang terus tersembunyi dalam dada. Takkan menjadi nyata. Setidaknya untuk saat ini.

Sunday, 15 June 2014

kenapa bad boy?

Posted by Nana W at 14:15 0 comments
bad boy
jenis lelaki ini udah pasti sering kita denger kan?! tapi agak sedikit susah juga niih kalo disuruh buat nyebutin ciri-ciri bad boy itu kayak apa.
ngggggg tapi.. kalo buat aku sih, bad boy itu tipe cowok brengsek yang pinter bikin cewek-cewek meleleh; bukan dengan kata-katanya, tapi lebih pada actionnya. dia itu, bukan tipe cowok alim yang sering sholat di masjid, bukan juga dia yang sering ngasih ceramah ke kita kalo kita ngelakuin kesalahan. dia itu, tipe cowok yang pinter memperlakukan wanita dengan baik. misalnya, ngegandeng tangan ato ngerangkul pundak kita kalo lagi jalan, ngusap-ngusap rambut kita, dan nggak segan ngasih tatapan nakal. dia juga termasuknya cuek, dan punya pendirian yang teguh. pendengar yang baik dan penuh kasih sayang. saking penuh kasih sayangnya, bisa jadi sayangnya dia nggak cuma sama kamu doang. wk
tipe badboy ini biasanya gampang banget ngasih kenyamanan ke cewek. tapi tanpa kepastian. pokoknya kalo sama tipe yang kayak gini, dia bakal bikin kita lupa sama semua hal. bikin kita bahagia, ketawa-ketiwi nyampe lupa sama masalah n beban yang ada di pundak kita. cuman resikonya, jangan terlalu banyak ngarep. takutnya nanti kecewa. tipe ini bukannya pemberi harapan palsu, cuman kebanyakan ngasih kenyamanan ajjah, yang kadang diartiin lain sama cewek.
makanya, kalo udah kenal deket sama tipe yang kayak gini kudu banyak sabar dan kontrol diri. soalnya, kalo sampe kadung ngarep, nanti bakal banyak sakitnya. cukup dinikmatin ajjah kebersamaannya.jangan mikir yang macem-macem, apa lagi kebanyakan ngelibatin perasaan. pokoknya jangan, kecuali kalian siap sakit.

Friday, 13 June 2014

aku, kamu, dan cerita hari ini

Posted by Nana W at 01:22 0 comments


Hari ini begitu istimewa. Melewati hari bersama kamu yang slalu memiliki ruang istimewa di hati. Bergelayut manja, saat menonton film di bioskop. Hingga kusempatkan mengecup pelan pipinya. Lengannya tak pernah lepas dari genggaman. Menghangatkan suhu tangan yang perlahan mulai turun karena pendingin ruangan.  Aku tak ingin melewatkan sedetikpun kebersamaan ini.
Laper hiburan terobati, datanglah laper di perut. Sembari menanti datangnya senja, kita mampir ke sebuah tempat makan di daerah Anjasmoro, SS. Bercerita tentang ini-itu. Termasuk wejangannya mengenai aku yang terlalu cuek. Perasaan mulai berubah. Aku makin menyukainya, kali ini sebagai kakak.
Jam di tangan menunjukkan pukul 5 sore lewat 10 menit. Perjalanan berlanjut menuju Pantai Marina. Menikmati senja. Yang ternyata, sore ini begitu istimewa. Begitu indah. Memanjakan hati dan rasa. Kita sempatkan mengambil beberapa foto berdua. Kemudian menikmati suasana hingga langit di ujung barat benar-benar gelap. Sementara langit di ujung timur begitu bercahaya, dengan bulan yang bersinar penuh. Bintang-bintang memancarkan sinarnya. Desir ombak tak terlalu riuh, hanya anginnya yang perlahan menusuk dingin. Kita duduk di tepian batu-batu besar. Menikmati syahdunya malam. Bergelayut manja di bahunya, menciumi aroma tubuhnya, mendaratkan bertubi-tubi kecupan dipipinya dan sesekali menatap tajam ke dalam matanya. Kemudian tersenyum. Ratusan nyamuk kelaparan tak emngurangi sedikitpun kesyahduan suasana malam ini. Tak ada kenangan yang pulang sedikitpun, malam ini hanya ada aku dan kamu. Terlalu nyaman untuk ditinggalkan.
Pukul 7 malam, kita beranjak pergi. Mendaratkan pilihan untuk duduk manis di KFC, menikmati mocca float dan french fries di lantai atas. Mengambil beberapa foto, dan bercerita kesana-kemari. Termasuk, cerita di jaman 2010. 4tahun, aku menganalmu. Dan kamu, tak pernah pergi sedikitpun dari hati ini. Meski kita terpisah tanpa kata berkali-kali. Nyatanya, kamu masih saja sespesial dulu. Dan karna kamu juga, perlahan aku mulai berdamai dengan masa lalu yang menyakitkan.
Ribuan kilo meter akan segera memisahkan kita. Tapi tak apa. Setidaknya hari ini kita bersenang-senang. Membuat memori indah yang suatu satu akan dirindukan, akan membuat kita tersenyum kala mengenangnya. Aku, kamu dan semua cerita dihari ini. Tulus dari hati yang terdalam, aku menyayangimu.




Monday, 9 June 2014

Kehilangan diri sendiri

Posted by Nana W at 13:47 0 comments

Kehilangan diri sendiri.
Kata-kata ini terdengar begitu aneh. Apakah mungkin kita bisa kehilangan diri sendiri? Jawabannya adalah mungkin tidak mungkin, tapi Nyatanya itu terjadi.
Kehilangan seseorang yang kita sayangi memanglah terasa menyakitkan. Tapi bukankah itu masih mending, jika dibandingan kita kehilangan diri sendiri? Jika kita kehilangan seseorang, setidaknya masih ada yang bisa menggantikannya nanti. Sedangkan jika kehilangan diri sendiri? Kita mau mencari pengganti kemana? Menemukan diri sendiri yang hilang nyatanya tak semudah mencari jarum dalam tumpukan jerami.
Kehilangan diri sendiri terjadi saat kita lupa bahwa kita bisa bahagia atas diri kita sendiri. Saat kita menggantungkan kebahagiaan kita pada orang lain di luar sana. Sehingga, saat orang itu pergi, kita merasa takkan pernah bisa bahagia. Karena kita berfikir, bahwa dialah yang membuat kita bahagia. Padahal nyatanya, bahagia itu kita yang ciptakan. Dari diri kita sendiri. Dari hati dan pikiran kita sendiri.
Kita harus memiliki kesadaran, bahwa kita harus bahagia. Hargai diri kita sendiri, pentingkan diri kita. Kita terlalu berharga untuk tak bahagia. Terlalu berharga untuk disia-siakan,pun ditinggalkan. Dunia ini terlalu luas, untuk sekedar stuck pada satu orang, untuk sekedar menggantungkan bahagia pada satu titik. Mari menjadi pribadi bahagia, yang dicintai banyak orang. Karena dengan menjadi pribadi yang bahagia, orang lainpun akan senang dan nyaman bersama kita. Aura positif kita akan semakin terpancar, dan menyalurkan energi yang positif pula pada orang di sekitar.
Mari bahagia ^^

email curhatan

Posted by Nana W at 13:02 0 comments

Hari itu aku iseng mengirim sebuah email berisi curhatan pada seorang penulis novel dengan jumlah follower hampir 60k.
Begini, email yang aku kirim.
Kakak, aku ingin sedikit berbagi luka di hati. Ini kali pertamanya aku benar-benar merasakan hati yangluluh lantak, hancur berkeping-keping. Aku menjalin kisahku dengannya selama 2tahun. Aku pikir dia berbeda. 2 tahun berjalan denganbaik. Dengan begitu nyaman. Dia sudah seperti kakak bagiku, seperti sahabat. Tapi, dia juga seperti adik. Karena meskipun usianya 3 tahun lebih tua dariku, sifatnya masih begitu kekanakan seperti bocah. Biasanya, kita ribut karena mantan pacarnya yang selalu mengusik hidup kami. Yaa sebenarnya bukan sepenuhnya salah mantannya juga. Jika ia tak meladeni setiap telfon dan texting dari mantannya,tentu mantannya itu takkan terus-terusan menghubunginya.
Kali ini ceritanya lain, bang. Tanpa sepengetahuanku, dia telah menjalin hubungan dengan perempuan lain. Semua terbongkar minggu lalu, saat aku dan dia berstatus tak lagi bersama. Tapi, kami masih berkomunikasi dengan baik, masih sayang-sayangan. Karena aku pikir, semuanya memang baik-baik saja. Meski nyatanya tak begitu.dia menjalin hubungan itu setidaknya sejak akhir tahun lalu. Aku mulai curiga saat tak sengaja membuka akun twitternya, dan membaca semua isi dalam DM’a. Saat aku konfirmasi langsung siapa perempuan itu, dia hanya menjawab kenalan. Tapi minggu lalu, semua keraguan dan tanda tanya dalam hatiku terjawab sudah. Dengan bukti capture tweet dan beberapa foto yang aku temukan di akun instagram. Mereka memang ada hubungan, lebih dari sekedar kenalan.
Aku pikir  selama ini aku sudah memberikan yang terbaik untuknya. Memberikan segala apa yang bisa aku berikan. Nyatanya,semua itu tak pernah cukup. Aku ingin move on, kak. Tapi semua luka itu masih terlalu menyakitkan. Mohon saran dari kakak, baiknya aku gimana biar bisa cepat berdamai dengan keadaan. Dengan kenyataan yang tak seindah pengharapan.
Terimakasih ^^
Begini balasan yang aku terima. Sama seperti yang ia posting di blognya. 

Menyembuhkan luka itu memang tak semudah makan sate Padang, dik. Apalagi kalau lapar, sebentar juga beres. Abis. 
Menyembuhkan luka butuh proses yang agak panjang, sekarang tergantung kamu. Mau berlama-lama dalam kesedihan, atau bersyukur karena kamu tahu siapa dia sebenarnya. 
Nggak kebayang kan kalau kamu tahunya setelah kalian menikah, atau setelah kalian punya anak? pasti akan lebih sakit. 
Sekarang, kamu jalani saja hidup yang baru, buka hati lagi, selalu ada cinta baru yang mampu menyembuhkan. Meski kemungkinan terluka selalu ada. Tak usah takut! itulah hidup.
--boy candra

Sunday, 8 June 2014

di bawah sinar rembulan

Posted by Nana W at 02:05 0 comments


malam ini begitu syahdu.
di bawah sinar rembulan, aku, kau dan sahabatku. menikmati live alunan musik ska di tengah kerumunan anak manusia, dengan pemandangan langit cerianya kembang api.
ingin rasanya mendapat hangat pelukmu, kala kembang api mulai merekah di atas sana. tapi tak ada kenyamanan yang memberanikanku memintamu. hanya dengan sedikit malu-malu, kudekatkan tubuhku di dadamu, menyandarkan sedikit kepala ini di bahumu. terlalu nyaman!
tak perlu menunggu tahun baru, demi melihat cerianya kembang api bermekaran di atas langit. malam ini, denganmu. malam minggu kita, yang kau janjikan 4tahun lalu. menjadi malam yang terlalu indah jika hanya sekedar untuk dikenang. terlalu mahal, jika nanti harus ku lupa. kali pertamaku melihat kembang api bersama lelaki, Tuhan restui bersamamu.
entah apa maksud dari tiap kenyamanan kita ini. kita tetap menjalani, sesuatu yang telah kita tahu tak ada harapan, apa lagi masa depan. kita sama-sama tahu, hubungan ini terlalu rumit untuk dijelaskan. kita hanya menjalani apa yang ada, tanpa berfikir hari kemarin, terlebih esok. yang kita tahu hanya menciptakan kebahagiaan, tanpa luka. meski sebenarnya kita sama-sama tahu, akhir dari semua ini justru akan menjadi yang paling menyakitkan.
seperti lampion yang diterbangkan malam ini, aku ingin melepas segala harap. harap jika suatu saat bisa memilikimu. harap kau takkan melukai ku seperti dulu. seperti lampion yang terbakar, aku ingin suatu saat nanti rasa dan asa dalam dada ini terbakar,hingga habis, tak tersisa. bersisakan debu yang kemudian hilang tersapu angin.

Saturday, 7 June 2014

yang kucemburui

Posted by Nana W at 10:23 0 comments

Kau tahu, cemburu terkadang memang terlalu sulit untuk dipahami logika. Sayang yang terlalu berlebih terkadang memang mengikis logika secara perlahan. Disadari ataupun tidak.
Jangankan wanita yang mampu membuatmu tersenyum, secangkir kopi dipagimu pun aku cemburui. Ia bahkan bisa mengecup bibir ditengah kantukmu, menghangatkan tiap dinginmu, dan membuat pagimu menjadi begitu menyenangkan. Ia mampu membangkitkan semangatmu.
Andai bisa, aku ingin menjadi guling di kamarmu. Yang setia menemani tidurmu. Mendapat hangat dekapmu sepanjang malam. Aku ingin menjadi baju yang menempel di badanmu sepanjang hari. Menghirup wangi aroma tubuhmu. Menyerap segala lelah dan peluhmu. Menghangatkan badanmu, saat kau kedinginan.
Ahh!! Itu semua terlalu berlebihan. Siapalah aku ini. Hanya semilir angin yang (mungkin tak sengaja) lewat di hidupmu. Tak pernah kau anggap berarti. Berlalu tanpa makna.
 

Tumpah Ruah Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | web hosting