Monday, 16 February 2015

Jadi anak ibu yang manis

Posted by Nana W at 02:54 0 comments
Jam 2 seperempat. Dinihari. Yaa seperti biasa, aku susah buat tidur cepet. Beberapa kali karena asyik dengan gadget. Beberapa lainnya karena memang gg bisa tidur. Kalo hari ini, kayaknya karena yang kedua deh. Hehe
Ini apdetanku yang kedua, sepanjang dinihari ini.
Aku keinget ibu sama papah. Bulan ini papahku ulang tahun. Yang ke 39. Bulan depan ibuku. Sama, Yang ke 39 juga. Dan aku, beberapa hari lagi yang ke 22.
Tanpa aku sadari, ternyata mereka semakin hari semakin bertambah tua. Aku terlalu sibuk dengan hidup dan duniaku sendiri. Sampai-sampai aku lupa akan hal itu. Aku tau, kulit mereka pasti udah mulai keriput. Ubannya juga pasti udah makin tambah banyak.
Satu doaku yang pasti, semoga Tuhan selalu melindungi mereka. Memberikan kesehatan dan umur yang panjang. yaaa hanya doa yang bisa aku lakukan untuk mereka, di tengah jarak yang memisahkan.
Demi mencapai satu tujuan, terkadang kita emang kudu ngebayar mahal dengan ngorbanin sesuatu. Kebersamaan, misalnya. Tapi dibalik itu semua, banyak hal yang bisa bikin aku belajar. Kek aku jadi belajar lebih menghargai momen-momen saat kumpul keluarga, Aku jadi belajar memaksimalkan waktu buat terus sama ibu kalo lagi dirumah, dan juga berusaha buat jadi anak yang lebih berguna. Gak cuma makan tidur, tapi sebisa mungkin juga bantuin ibu ngurus rumah. Aku pengen gak cuma baik dalam hal pendidikan, tapi juga baik sebagai seorang anak manusia yang mereka besarkan.
Aku ingin selalu jadi anak ibu yang manis dan berguna. Nggak cuma jadi anak manja yang bisanya minta ini itu dan ngabisin duit mereka.
Mam, pah.. Love you. You're the biggest present in my life. :*

16 Februari 2015, 02:40

Selingkuh itu jahat nggak sih?

Posted by Nana W at 02:10 0 comments
Dulu tuh yaa.. pernah mikir gini. Kalo aku diselingkuhin, aku pengen kumpul bertiga. Sama yang selingkuh n selingkuhannya. Pengen ngomong bareng aja. Kenapa kok bisa kejadian. Sejak kapan kejadiannya. Kok bisa ketemu. Dan lain-lain dan lain-lain.
Tapii yaa gitu lah yaa. Namanya juga manusia. Hal-hal kaya gitu tuh cuma ada dalam angan. Pas udah kejadian beneran yaa cuma bisa nangis. Beberapa kali menyalahkan diri sendiri. Beberapa hari memaki-maki. Beberapa minggu mencoba ikhlas buat nerima dan memahami. Lama kelamaan juga yaa sembuh laah sakitnya. Apalagi kalo udah ngedapetin yang lebih sayang ke kita dari pada pacar kita yang sebelumnya. Gampang bangetlah buat damai sama masa lalu.
Kadang yaa, sebenernya kalo kita bisa ngambil hikmah dari apa yang terjadi, seburuk apapun itu pada akhirnya kita malah jadi bersyukur. Kalo aku sih gitu. selain jadi lebih deket sama Tuhan, sekarang jadi dipertemukan dengan seseorang yang emang kita butuh. Bukan yang sekedar diingini. Pokoknya jadi banyak bersyukur aja.
Dulu sempet benci n empet sih sama selingkuhannya mantan. Ehh skarang malah jadi ngerasa terimakasih banget. Yaa walopun gak diucapin langsung sih ke orangnya. Seenggaknya kan karena dia sekarang aku jadi lebih dewasa. Semisal mau boong sama pacar, jadi keinget. Aku kan gg suka diboongin, jadi aku nggak boong. Mau selingkuh juga mikir. Duuh, dulu aku diselingkuhin sakitnya kek gitu banget. Jadi gak pengen selingkuh.
Intinya sih, aku berusaha buat nggak ngelakuin sesuatu yang kalo orang lain lakuin ke aku pasti bikin sakit. Udah sii gitu aja. Yaaa pokoknya jaga, sayangi dan hargai apapun yang ada dalam genggaman. Karena aku gak pengen ngerasain kek gimana pedihnya kehilangan. Lagi.
Jadi, selingkuh itu jahat nggak sih?
kalo buat aku sih nggak jahat. tapi gini aja deh, sebelum kamu selingkuh, coba kamu pikir dan bayangin "kalo aku diselingkuhin gimana yaa rasanya??" gitu aja. :)

16 Februari 2015, 02:03

Tuesday, 3 February 2015

aku sayang kamu. titik.

Posted by Nana W at 22:43 0 comments
Aku mencintainya. Amat mencintainya. Itulah satu-satunya alasan kenapa aku berjuang mati-matian agar terus bersama.
Tapi itu dulu. Dulu, sebelum akhirnya hubunganku dengannya usai. sembilan bulan yang lalu. Susah payah aku bangkit dari keterpurukan. kembali mencoba membuka hati. mencoba kembali percAya pada lelAki. Hingga akhirnya kini aku bersama dengAnmu.
Aku tau kau amat mencintai ku. Amat sangat mencintaiku. Aku pun menyayangimu. Meski tak sebesar rasamu padaku. cukuplah kisah kita hanya antara kau dan aku. Tanpa perlu membawa kenangan masalaluku. Kenangan kelam yang bahkan akupun tak pernah ingin mengingatnya. Tak ingin lagi kuingat siapa dia, bagaimana aku dan dia saat bersama. Terlebih tentang luka kala itu. Aku tak ingin kembali mengingatnya. Walau barang sejenak.
Harapanku dengan hubungan ini, adalah agar terus melukis bahagia denganmu. Menulis kisah-kisah baru, kau dan aku. Hingga akhirnya aku lupa bahwa aku pernah mengalami luka yang begitu dalam dan mengerikan. Bukan untuk selalu kau ingatkan tentang mimpi buruk itu.
Jangan kembalikan rasa takutku untuk mempercayai lelaki. Jangan matikan harapan bahwa aku bisa bahagia denganmu.
Aku sayang kamu.
Titik.
Bukankah Seharusnya ini lebih dari cukup sebagai bekal menuju kebahagiaan kita?! Yaa, Kau dan aku. Untuk hari ini, esok dam seterusnya. Tanpa luka, tanpa masa lalu. Hanya kita. Hanya kau dan aku. Selalu. Selamanya.
Tak perlu kau iri kenapa aku bisa amat mencintainya. Tak perlu juga menyemburuinya. Ia hanyalah masa lalu ku. Terkubur dalam ruang yang bahkan akupun tak tahu di mana letak pastinya. Kini aku milikmu. Seutuhnya milikmu. Dan hanya milikmu.

22:27, 3 Februari 2015

sebelum terlewat

Posted by Nana W at 13:12 0 comments
Beberapa orang terlihat begitu menyesal telah menyia-nyiakan perempuannya. Saat masih memiliki, mereka Tak pernah mencoba melakukan yang terbaik untuknya. Tak pernah mencoba memahami, menghargai apalagi menyayangi.
Tanpa kau sadari di luar sana beberapa lelaki begitu menginginkan  posisimu, sementara kesempatan baik tak pernah berpihak.
Mungkin, untuk merasa kehilangan pun kau sebenarnya tak berhak. Karena kau bahkan tak pernah merasa memiliki apalagi menjaga apa yang menjadi milikmu.
Maka bahagikanlah, siapapun yang ada dalam pelukan mu saat ini. Lakukan sgala yang terbaik yang kau bisa untuknya. Jaga, hargai dan lindungi dia. Perjuangkan. Sebelum terlewat. Sebelum segalanya hanya bersisa dalam ingatan. Sebelum semuanya berubah menjadi kenangan. Sebelum yang bisa kau lakukan hanya (mencoba) rela dan bernyanyi when I was your man.


12:32, 03 Februari 2015

Selamat Februari

Posted by Nana W at 13:06 0 comments

Capture 32 of 365
Selamat datang, Februari. Selamat datang, bulan penuh cinta. Bulan kelahiran ku.
Ini adalah februari ke 22 dalam hidupku. Entahlah, aku merasa lebih excited menantikannya kali ini. Amat berbeda dengan taun-taun sebelumnya. Mungkin karena proposal skripsiku telah siap aku ajukan, senin nanti. Semoga sajaa, bisa tembus. Semoga!!
Ah, Februari!!
Semoga kau memang penuh cinta. Mari bahagia. Mari bersenang-senang. Mari melukis kisah dan kenangan yang indah. mari berbagi senyum dan tawa lebih banyak.


01:23, 01 Februari 2015

Monday, 12 January 2015

menghapus cinta

Posted by Nana W at 20:17 1 comments

putus cinta selalu tak pernah lepas dengan istilah move on. tak sedikit manusia yang berfikir bahwa move on adalah saat kamu sudah benar-benar bisa melupakan dia yang pernah membuatmu bahagia di masa lalu. padahal, disadari atau tidak; tak ada manusia yang benar-benar bisa melupakan apapun yang pernah berkesan dalam hati dan ingatannya. termasuk mantan pacar.
buatku, move on adalah saat dimana aku benar-benar telah merelakan segala apa tentangku, tentangnya dan kebersamaan dengannya. merelakan apa yang pernah menjadi inginku bersamanya, janji-janji dan mimpi bersama. termasuk ikhlas memaafkan dan mengampuni atas luka yang ia tinggalkan dalam dada. dan juga berdamai dengan kenyataan yang ada.
untuk bisa move on sepenuhnya memang membutuhkan waktu yang tak sebentar. niat yang kukuh, dan semangat yang kuat. karena akan ada begitu banyak godaan saat kita berniat move on. termasuk mengenai rasa yang selalu menuntut temu. ingin kembali bersama juga selalu datang menggoda. dan yang kamu butuhkan hanyalah logika dan teguh pada niat. ingatlah selalu, bahwa tali yang telah terputus takkan lagi sama jika ia disambung kembaali. pun sebuah hubungan.
bersama dengan seseorang yang baru dalam hubungan yang baru juga tak sepenuhnya jawaban yang benar jika nyatanya kau sendiri belum bisa merelakan dan berdamai dengan masa lallumu. tapi setidaknya, ada seseorang yang membantumu mengobati luka di dadamu. jangan terlalu sombong ingin mengobati luka sendirian, nyatanya kau takkan sekuat itu nona. meski mungkin bersama orang yang baru terlihat seperti kau menjadikannya pelarian rasa sakit dan kecewamu. tapi bukankah itu hanya soal persepsi dan sudut pandang orang lain?!
membunuh cinta dalam dada hAnyalah perkara mencoba acuh dan tidak peduli tentang apapun dari dia yAng kau cinta. tumbuhkan saja rasa tak peduli dalam dadamu, maka perlahan pudarlah rasa cinta untuknya. putuslah semua hubunganmu dengannya. dan semakin lama kau tak menjalin komunikasi dengannya, maka kau akan semakin merasa jauh darinya. dan pada akhirnya, ia hanya akan menjadi orAng asing di matamu. menjadi seseorang yAng pernah kau kenal dalam hidupmu.
melepaskan segala harap, rasa, dan sakit di dadamu adalah sebaik-baiknya obat untuk beranjak dari kehidupan di masa lalu. sepanjang kau tak bisa merelakan masa lalumu,maka kaupun takkan bisa menatap masa depan yang indah dan lebih baik dalam hidupmu.

20:14, 12/01/2015

melukis kisah baru

Posted by Nana W at 14:30 0 comments

hubungan kita memang masih terlalu dini untuk selalu diumbar. ahh tapi aku menikmati tiap kisah yang terekam dalam ingatanku. menikmati tiap moment yang kita lewati bersama.
aku menjaganya dengan doa-doa yAnng kurapalkan setiap hari. sepenuh hati. menjaga kita. menjaga cinta. karena aku meyakini tak ada cinta yang lebih kuat dari cinta yang terjaga oleh doa. tak ada cinta yang lebih indah dari cinta yang berhias lantunan sabda Tuhan.
aku tak ingin kembali merasakan pedihnya kehilangan. tak ingin mengulang kesalahan. aku ingin menjaga apa yang kuyakini layak untuk aku perjuangkan. dia yang tak hanya berbagi tangis dan tawa bersamaku. tapi juga menenangkan saat hati hilang keyakinan. dia yang tanpa lelah menggandeng tanganku, menatap arah yang sama menuju kebaikan. berjalan beriringan menuju pribadi yang lebih baik dan terus menjadi lebih baik.
kamu, adalah dia yang kurapalkan dalam tiap sujud saat hatiku patah. kamu adalah jawaban dari pertanyaan-pertanyaan dalam doaku. kamu adalah penghapus luka dan lara. kamu,  segalanya.

04:01, 11/01/2015

 

Tumpah Ruah Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | web hosting