Thursday, 9 October 2014
hujan malam ini
aku menantinya dengan penuh kegembiraan. duduk manis di depan pintu, menghadang apa-apa yang sekiranya akan pulang dan memporakporandakan rasa.
ku nikmati aroma hujan dengaN berteman alunan lagu human milik Christina perry. sperti yang telah kuduga, satu per satu ingatan itu mulai pulang. kenangan itu mulai masuk dalam bayang-bayang nyata yang terlihat seeperti fatamorgana di siang harii.
dulu, sgala yang pulang slalu saja membuat mataku hujan. pun hati. tapi kini telah kuikhlaskan segalanya. rasa dan asa bersama ia yang kucinta. telah kubuang sgala apa yang dulu kujaga. apa yang telah lalu bialah berlalu. tak lagi perlu sesal apa lagi haru. mungkin memang ini jalan takdir yang telah Tuhan pilih. yakinlah, tak ada yang tak baik dari sgala rencana Tuhan.
yang menurutmu sulit di masa sekarang, mana tahu adalah proses menuju keindahan yAng tak pernah kau bayangkan sebelumnya. sakit yang kau rasa kini bisa jadi adalah ribuan bahagia yAng akan ia ganti nanti. Tuhan maha tahu segalanya, maha mengerti mana yang kau ingini mana yang kau butuhi.
06 Oktober 2014
23:37
Sunday, 21 September 2014
Naik Gunung Ungaran Day 1
mulai pukul 9 mallam dalam iringan angin pegunungan, langkah kaki kami terus menyusuri jalanan setapak di hutan. yaa, hutan perbukitan menuju puncak gunung Ungaran. malam ini (12 September) kami melakukan pendakian gunung. ini adalah pengalaman pertamaku mendaki gunung.
udara dingin tak terasa menusuk saat kaki mulai terus melangkah. tak ada lelah, hanya nafas yang sering kali terasa sulit saat melewati track yang menanjak. kaki yang sering kali gemetar saat terlalu lama tak diistirahatkan. jujur aku takut kegelapan. kaRenanya, spanjang perjalanan aku tak pernah berani menengok kiri kanan. tatapanku slalu tertuju pada jalan didepanku.
setelah skitar 3jam mendaki, pukul 12 malam lewat sekian, kami mengehntikan pendakian. di tengah padang ilalang, di balik sebuah batu besar dipinggir jurang mereka mendirikan tenda. aku dan satu perempuan pendaki lain hanya duduk menanti tenda siap. aku merebahkan badanku d bawah ilalang. memandang langit. menikmati kesyahduan langit berbintang, jauh dari hingar bingar kota. jauh dari keramaian. andai aku menikmati semua ini bersamamu, semua pasti akan jauh lebih sempurna. andaai!!
Monday, 15 September 2014
belum waktunya
akhir-akhir ini sepertinya kita terlalu intens bertemu, terlalu sering menghabiskan waktu bersama. hingga akhirnya beredar kabar telah terjadi sesuatu diantara kita. andai kau ijinkan,ingin aku jujur bahwa aku menikmati tiap moment yang telah kita lewati. setiap canda tawa dan perbincangan ringan kita.
mungkin aku yang terlalu lengah, hingga akhirnya tak kusadari tiap apa yang aku lakukan dan aku katakan menjadikan harap tumbuh di hatimu dan datang kenyamanan yang kau rasa.
aku tak ingin dan tak ada niatan untuk menyakitimu. tapi sebelum kau menyalah artikan segalanya, ingin kuingatkan sekali lagi padamu. bahwa aku, masih dalam pemulihan hati. memulihkan agar hati ini siap memiliki rasa, siap untuk percaya (kembali)pada makhluk bernama lelaki. aku masih terlalu nyaman menikmati kesendirianku. hatiku masih belum utuh untuk aku percayakan pada orang lain. masih terlalu lebam untuk jatuh. aku, belum siap untuk jatuh cinta dan patah, belum siap menerima harap yang hanya berakhir lelah, mencecap janji yang bermuara musnah.
percayalah, jika memang Tuhan menakdirkan kita; pasti akan ada jalan untuk kita bersama. hanya saja, mungkin belum sekarang waktunya.
Thursday, 28 August 2014
cinta tahu kemana harus pulang
kini, aku telah benar-benar lelah mengejarmu. terlalu leemah untuk kembali berjuang demi kita; kisah kita. kesabaran untuk menjalani semuanya dengan baik tak lagi tersisa.
mungkin ini memang saatnya untukku mulai melepas segallanya. melepas setiap hal yang kita bangun bersama. melepas mimpi-mimpi, angan dan ingin. saat tak lagi ada harap dan keyakinan, segalanya terasa sia-sia. segalanya terasa seperti telah berada di ujung jalan.
perlahan, mulai kulonggarkan genggaman tanganku. berharap tak ada yang tersakiti; kamu pun aku. semoga semua memang yang terbaik untuk hidup kita. meski perih terasa di awal, aku yakin ini hanya sementara. jika memang Tuhan menakdirkan kita untuk bersama, suatu hari nanti kita pasti akan dipersatukan kembali. karena cinta tau, kemana ia harus pulang.
Wednesday, 27 August 2014
wangi rokok
dulu, aku paling nggak suka kalo ada orang ngerokok di deketku. bawaannya pengap. gak bisa nafas. dan semua berujung batuk-batuk. tapi lain ceritanya pas aku udah pacaran sama W.
sekarang aku jadi nikmatin sisa-sisa wangi rokok di jari dan bibirnya. dari bibirnya, aku bisa ngerasain aroma rokok tanpa perlu ngisep rokok. dari jarinya, aku bisa nyium wangi tembakau bercampur nikotin. wangi khas lelaki perokok.
hubungan dengan seseorang terkadang sedikit banyak membuat kita berubah. dari yang tidak suka jadi suka, atau sebaliknya. dari yang tidak biasa menjadi biasa. dan perpisahan juga mampu membuat kita merindukan sesuatu yang dulu saat masih bersama justru adalah sesuatu yang kita benci.
seperti wangi rokok di jarimu misalnya. kini aku merindukannya. aroma rokok di bibirmu, dan wangi yang bercampur keringat di tubuhmu.
i miss every single thing about you.
Tuesday, 26 August 2014
rindu ayah
semallaman tadi aku memimpikanmu. seperti pertemuan kita terdahulu, kita selalu bergandengan tangan saat berjalan. begitu mesra, hingga semua orang menyangka aku adalah istri mudamu. hal yang slama ini slalu kupungkiri, nyatanya kini harus aku akui. aku merindukanmu, ayah.
dulu kita begitu dekat. saat aku kecil, kau slalu memanjakanku. saat kau pulang, kau slalu memanjakanku. membelikanku apapun yang kuingini. saat tidur, biasanya aku slalu masuk kedalam sarungmu. ahh!! masa itu, telah lama terlewatkan.
semua keindahan cerita kita perlahan mulai terkubur. kita menjauh dan seperti orang asing. tak lagi ada saling komunikasi. tak lagi saling bertatap muka. kau sibuk dengan duniamu yang sekarang. dan aku pun. meski sesekali rindu datang menghampiri, aku slalu mampu bertahan diatas egoku. tapi tidak untuk kali ini. ini adalah kali ke sekian aku meneteskan air mataku untukmu. aku merindukanmu. benar-benar merindukanmu, ayah.
aku tak menginginkan banyak hal. hanya ingin suatu hari nanti kita bisa seperti dulu. sedekat dulu. tak ada lagi ego. tak ada lagi sungkan. hanya kasih dan sayang. aku ingin menjadi gadis kecilmu lagi.
Monday, 25 August 2014
Saat ia menghapusmu
Saat memutuskan untuk mengahiri sebuah hubungan,kita cenderung berusaha untuk menghapus segala kontak dengan si dia. Entah itu media sosial ataupun personal contact seperti phone book dan kontak bbm. Entah kenapa sebagian besar lelaki lebih memilih untuk menghapus sgala kontak ex perempuannya setelah mengucap kata putus. Mungkin dengan tujuan agar lebih mudah move on, karena akan lebih mudah menahan rasa ingin menghubunginya terlebih dahulu.
Buat aku, didelcont atau di block adalah tanda bahwa dia memang tak lagi menginginkanku dalam hidupnya. Mungkin akan terlalu kasar jika aku menyebutnya "dibuang dari hidupnya". Tapi tak apa, gak usah sedih gaes. Itu artinya dia merelakan kita untuk bersama dengan orang yang lebih baik darinya. Percayalah, ibarat kita ketinggalan bus, kita tak perlu repot-repot mengejarnya. Tunggu saja. Akan ada bus lain yang datang. Bisa saja bus yang lebih besar, lebih bagus dan lebih nyaman.
Jika memang dia membuangmu dari hidupnya, tetaplah yakin bahwa akan ada seseorang yang lebih menyayangi kita lebih dari dia. Menjaga kita, menghargai kita dan takut akan kehilangan kita. Yakinlah, yang terbaik datang bukan sembarang. Melalui proses yang panjang, berliku dan tak mudah. Selagi menunggu yang terbaik, baiknya kita membenahi diri. Menjadi pribadi yang lebih baik. Memantaskan diri untuk dia yang terbaik.
