Hidup terkadang menjadi begitu lucu dengan segala kejutan dan ketiba-tibaannya. Sesaat ia menghadirkan tawa nan bahagia, sesaat pula ia mengundang tangis dan duka.
Sejak kecil aku terbiasa menghadapi kehilangan. Hidup telah mengambil begitu banyak orang yang tersayang. Satu persatu dari mereka pergi.
Lalu, apa kehilangan terbesar dalam hidupku? Kehilangan terbesar dalam hidupku adalah aku kehilangan momen-momen penting di masa kecilku bersama ayah dan ibuku.
Saat semua anak bermanja-manja dengan ayahnya, merebahkan kepala di pangkuan ibunya dengan usapan lembut di kepala, aku hanya bermain dengan kesendirian. Menyimpan duka dan rindu diantara sepi. Kau tahu? Pertemuanku dengan orang tua hanyalah angan dalam keseharian. Karna bahkan jariku bersisa banyak untuk sekedar menghitung jumlah kepulangan ibuku dalam satu tahun. Sementara ayahku? Ia bahkan bisa tak pulang hingga tahunan.
Yaa, aku terbiasa dalam kesendirian. Bukan hal yang sulit bagiku untuk sekedar menikmati luka dan melupakan. Aku terbiasa mengobati lukaku sendiri. Terbiasa dengan kesedihan dalam kesendirian. Aku tak pernah membenci mereka, apalagi dendam. Aku hanya kehilangan rasa hormat dan empati pada ayahku. Karna dialah alasan dibalik segala duka dan luka yang tak bisa ku eja.
Thursday, 23 March 2017
Wednesday, 22 March 2017
Anak perempuan yang (kembali) patah hati
Ada begitu banyak hal yang terjadi dalam beberapa bulan ini. Begitu banyaknya hingga aku bahkan tak sanggup menceritakannya.
Semuanya terjadi begitu saja, tanpa aba-aba. Hingga aku bahkan seperti tak sanggup menanggung semuanya.
Si anak perempuan yang malang ini, pada akhirnya benar-benar kembali merasakan getirnya patah hati yang amat dalam, untuk kedua kalinya sepanjang 24tahun usianya.
Jika anak-anak perempuan di luar sana begitu mengagungkan sosok ayahnya yang hebat, hingga menjadi their first love. Apalah aku ini, yang bahkan tak memiliki lelaki hebat dalam hidup.
Andai bisa meminta, barangkali akupun bahkan akan meminta pada Tuhan agar diberikan sosok ayah yang penyayang, bertanggung jawab dan penuh cinta seperti ayah dari anak-anak perempuan lain. Andai saja bisa.
Namun pada kenyataannya, Tuhan kembali mematahkan hatiku pada sosok yang dulu begitu dipuja-puja. Dulu, ia memang begitu baik. Begitu bertanggung jawab dan penyayang. Namun kini, semua seperti memori buruk di masa kecil yang kembali terulang. Hati ini kembali patah.
Tapi apapun itu, aku bersyukur. Tuhan dengan begitu baik memberiku sosok ibu yang amat hebat. Ibu yang penyabar, tangguh, bertanggung jawab, pekerja keras, dan penuh cinta kasih. Sosok ibu yang seperti teman, saudara perempuan, dan juga sahabat bagiku. Tak ada lagi yang bisa kuharapkan, selain kesehatan, kebahagiaan dan keberkahan dalam hidup kami berdua. Yaa, kini kami hanya berdua.
Semuanya terjadi begitu saja, tanpa aba-aba. Hingga aku bahkan seperti tak sanggup menanggung semuanya.
Si anak perempuan yang malang ini, pada akhirnya benar-benar kembali merasakan getirnya patah hati yang amat dalam, untuk kedua kalinya sepanjang 24tahun usianya.
Jika anak-anak perempuan di luar sana begitu mengagungkan sosok ayahnya yang hebat, hingga menjadi their first love. Apalah aku ini, yang bahkan tak memiliki lelaki hebat dalam hidup.
Andai bisa meminta, barangkali akupun bahkan akan meminta pada Tuhan agar diberikan sosok ayah yang penyayang, bertanggung jawab dan penuh cinta seperti ayah dari anak-anak perempuan lain. Andai saja bisa.
Namun pada kenyataannya, Tuhan kembali mematahkan hatiku pada sosok yang dulu begitu dipuja-puja. Dulu, ia memang begitu baik. Begitu bertanggung jawab dan penyayang. Namun kini, semua seperti memori buruk di masa kecil yang kembali terulang. Hati ini kembali patah.
Tapi apapun itu, aku bersyukur. Tuhan dengan begitu baik memberiku sosok ibu yang amat hebat. Ibu yang penyabar, tangguh, bertanggung jawab, pekerja keras, dan penuh cinta kasih. Sosok ibu yang seperti teman, saudara perempuan, dan juga sahabat bagiku. Tak ada lagi yang bisa kuharapkan, selain kesehatan, kebahagiaan dan keberkahan dalam hidup kami berdua. Yaa, kini kami hanya berdua.
Categories
Perihal Hati yang Patah,
Sebuah cerita
Saturday, 31 December 2016
Selamat Tahun Baru 2017
Hari ini adalah hari terakhir di tahun 2016. Cuaca kota Makassar diliputi mendung dan hujan sepanjang hari. Untunglah, suasana hati selalu terhibur oleh tingkah polah Naomi dan Ichiro. Dua kakak beradik yang amat aduhaai menguras tenaga.
Terlepas dari apapun yang telah terjadi selama 365 hari ke belakang, akan aku tutup catatan di tahun 2016 ini dengan penuh rasa syukur dan suka cita. Bahkan meski ada begitu banyak air mata, kecewa, dan juga duka. Karena yang aku yakini, tanpa semua duka dan air mata aku takkan pernah benar-benar tau apa itu hidup.
Puji syukur, Tuhan menjawab doa-doa ibuku dengan mewujudkan beberapa wishlist'ku di tahun ini. Meski pada kenyataannya, tak sedikit di antaranya yang harus kubayar dengan begitu mahal.
Untuk segala penghakiman, semua kuterima dengan lapang dada. Karna aku menyadari, orang lain tak pernah benar-benar memahami apa yang kita rasakan, apa yang kita lalui. Seperti halnya kita, yang juga tak pernah benar-benar tau apa yang telah mereka alami.
Harapanku di tahun 2017 nanti, semoga Tuhan senantiasa menjaga dan melindungi ibuku, memberinya kesehatan, kebahagiaan, dan kesejahteraan. Tak ingin lagi ku melihat duka dan lara di dalam matanya.
Selamat tahun baru 2017
Terlepas dari apapun yang telah terjadi selama 365 hari ke belakang, akan aku tutup catatan di tahun 2016 ini dengan penuh rasa syukur dan suka cita. Bahkan meski ada begitu banyak air mata, kecewa, dan juga duka. Karena yang aku yakini, tanpa semua duka dan air mata aku takkan pernah benar-benar tau apa itu hidup.
Puji syukur, Tuhan menjawab doa-doa ibuku dengan mewujudkan beberapa wishlist'ku di tahun ini. Meski pada kenyataannya, tak sedikit di antaranya yang harus kubayar dengan begitu mahal.
Untuk segala penghakiman, semua kuterima dengan lapang dada. Karna aku menyadari, orang lain tak pernah benar-benar memahami apa yang kita rasakan, apa yang kita lalui. Seperti halnya kita, yang juga tak pernah benar-benar tau apa yang telah mereka alami.
Harapanku di tahun 2017 nanti, semoga Tuhan senantiasa menjaga dan melindungi ibuku, memberinya kesehatan, kebahagiaan, dan kesejahteraan. Tak ingin lagi ku melihat duka dan lara di dalam matanya.
Selamat tahun baru 2017
Categories
Sebuah cerita
Wednesday, 16 November 2016
Kembali patah
Kali ke sekian, aku dibuat jatuh cinta kemudian berakhir dengan tangis dan air mata. Yaa, percintaan selalu dimulai dengan tawa dan bahagia, tapi hampir selalu berakhir duka.
Kata-kata cinta, harapan-harapan. Semua hanyalah perasaan sesaat, yang kemudian berubah menjadi pesakitan kala angin bernama masalah datang menyapa.
Terkadang, kita terlalu sibuk dengan cinta yang kita miliki, hingga lupa bahwa kita telah menggenggam terlalu erat. Kadang, kita juga sibuk bergelut dengan prasangka sendiri. Hingga akhirnya emosi sesaat menyingkirkan apa yang semestinya dijaga.
Meski pada akhirnya semua berakhir hampa, tapi aku bahagia pernah berada dalam pelukmu. Terimakasih, untuk segalanya.
20 Oktober 2016
Kata-kata cinta, harapan-harapan. Semua hanyalah perasaan sesaat, yang kemudian berubah menjadi pesakitan kala angin bernama masalah datang menyapa.
Terkadang, kita terlalu sibuk dengan cinta yang kita miliki, hingga lupa bahwa kita telah menggenggam terlalu erat. Kadang, kita juga sibuk bergelut dengan prasangka sendiri. Hingga akhirnya emosi sesaat menyingkirkan apa yang semestinya dijaga.
Meski pada akhirnya semua berakhir hampa, tapi aku bahagia pernah berada dalam pelukmu. Terimakasih, untuk segalanya.
20 Oktober 2016
Categories
Kopi Cinta,
Perihal Hati yang Patah,
Sebuah cerita
Saturday, 1 October 2016
Pernikahan Sahabat
29 September 2016
Hari ini, sahabatku silviana dekayati menikah. The day before, ada acara siraman. Nggak nyangka banget acar ini bikin aku haru. Entahlah, rasanya kayak "yatuhan.. temen nangis ketawa bareng aku udah nikah aja. Kayaknya baru kmaren aku sama dia haha hihi bareng, nongkrong, curhat sampe pagi, ngapa-ngapain bareng. Ehh sekarang udah jadi istri orang". Tapi aku turut bahagia. Cerita cintanya yang kelak kelok dari jaman suka nangis kejer sama B, temen moven sama si I yang hubungannya gapernah ada status, sama si A yang ceritanya dulu selalu sukses bikin aku envy, dan akhirnya berlabuh pada ikatan pernikahan sama mas S. I'm so so so so happy for you.
(proses siraman)
Paginya, tanggal 29 aku malah mulai deg-degan. Duhh akhirnya hari-H. (Stttttt malemnya aku udah nyicipin kasur penganten lhooo wkwk) malemnya bobok bareng sambil pillow talk sampe setengah satu dinihari, jam empat udah bangun, terus mandi bareng juga. Entah kapan bisa begini lagi kaaan.
Daaaan, pas resepsi. Bukan silvi yang bikin aku haru. Justru pas nge'videoin mas sapto, yang bikin aku gabisa nahan air mata. Sampe eyeliner'nya bleber". Ahh bodoamat dah.
Nggggggggg nggak banyak hal yang bisa aku lakuin buat mereka. Tapi aku slalu berdoa, mereka jadi keluarga yang sakinah, mawaddah, rohmah. Saling sabar, makin dewasa, dan slalu penuh cinta. Happy wedding, for my precious besty SILVIANA DEKAYATI".
Categories
Sebuah cerita
Saturday, 17 September 2016
Apa itu Misophonia?
pernah denger kata "misophonia"?
Misophonia adalah keadaan dimana seseorang mudah jengkel dan marah hanya karena hal-hal kecil.
Nggggggggg mungkinkah, aku terlahir dengan misophonia? Soalnya aku emang gituu. Suka ngambek jengkel sebel hanya karna dicuekin, nggak didengerin pas lagi ngomong, nanya gadijawab, ga direspon pas cerita dengan semangat.
Sedih taau, punya kejiwaan yang kayak gini. Pengen marah tapi yaaa gimana. Gamarah juga dongkol sendiri. Ujung-ujungnya nangis di pojokan kamar curhat sama tembok. Soalnya percuma, cerita ke orang juga ngga guna.
T.T
Misophonia adalah keadaan dimana seseorang mudah jengkel dan marah hanya karena hal-hal kecil.
Nggggggggg mungkinkah, aku terlahir dengan misophonia? Soalnya aku emang gituu. Suka ngambek jengkel sebel hanya karna dicuekin, nggak didengerin pas lagi ngomong, nanya gadijawab, ga direspon pas cerita dengan semangat.
Sedih taau, punya kejiwaan yang kayak gini. Pengen marah tapi yaaa gimana. Gamarah juga dongkol sendiri. Ujung-ujungnya nangis di pojokan kamar curhat sama tembok. Soalnya percuma, cerita ke orang juga ngga guna.
T.T
Categories
ISTILAH
Friday, 16 September 2016
Bahagia mutlak milikmu
Seseorang yang abai pada kata-katamu, tidaklah berhak menanyakan alasan dibalik diammu. Dan seseorang yang tak menghargai keberadaanmu, tak berhak mencari ketiadaanmu.
Waktu yang kau miliki untuknya, jauh lebih berharga dari apapun yang ada di dunia. Jika memang ia tak menghargaimu, jangan kau rendahkan kepalamu demi mengemis perhatiannya. Biarkan ia dengan dirinya. Angkat dagumu, berbahagialah. Karna bahagia mutlak milikmu.
Categories
Kopi Cinta,
Perihal Hati yang Patah,
Sebuah cerita
Subscribe to:
Posts (Atom)









