Saturday, 31 December 2016

Selamat Tahun Baru 2017

Posted by Nana W at 21:33 0 comments
Hari ini adalah hari terakhir di tahun 2016. Cuaca kota Makassar diliputi mendung dan hujan sepanjang hari. Untunglah, suasana hati selalu terhibur oleh tingkah polah Naomi dan Ichiro. Dua kakak beradik yang amat aduhaai menguras tenaga.
Terlepas dari apapun yang telah terjadi selama 365 hari ke belakang, akan aku tutup catatan di tahun 2016 ini dengan penuh rasa syukur dan suka cita. Bahkan meski ada begitu banyak air mata, kecewa, dan juga duka. Karena yang aku yakini,  tanpa semua duka dan air mata aku takkan pernah benar-benar tau apa itu hidup.
Puji syukur, Tuhan menjawab doa-doa ibuku dengan mewujudkan beberapa wishlist'ku di tahun ini. Meski pada kenyataannya, tak sedikit di antaranya yang harus kubayar dengan begitu mahal.
Untuk segala penghakiman, semua kuterima dengan lapang dada. Karna aku menyadari, orang lain tak pernah benar-benar memahami apa yang kita rasakan, apa yang kita lalui. Seperti halnya kita, yang juga tak pernah benar-benar tau apa yang telah mereka alami.
Harapanku di tahun 2017 nanti, semoga Tuhan senantiasa menjaga dan melindungi ibuku, memberinya kesehatan, kebahagiaan, dan kesejahteraan. Tak ingin lagi ku melihat duka dan lara di dalam matanya.

Selamat tahun baru 2017

Wednesday, 16 November 2016

Kembali patah

Posted by Nana W at 10:14 0 comments
Kali ke sekian, aku dibuat jatuh cinta kemudian berakhir dengan tangis dan air mata. Yaa, percintaan selalu dimulai dengan tawa dan bahagia, tapi hampir selalu berakhir duka.
Kata-kata cinta, harapan-harapan. Semua hanyalah perasaan sesaat, yang kemudian berubah menjadi pesakitan kala angin bernama masalah datang menyapa.
Terkadang, kita terlalu sibuk dengan cinta yang kita miliki, hingga lupa bahwa kita telah menggenggam terlalu erat. Kadang, kita juga sibuk bergelut dengan prasangka sendiri. Hingga akhirnya emosi sesaat menyingkirkan apa yang semestinya dijaga.
Meski pada akhirnya semua berakhir hampa, tapi aku bahagia pernah berada dalam pelukmu. Terimakasih, untuk segalanya.

20 Oktober 2016

Saturday, 1 October 2016

Pernikahan Sahabat

Posted by Nana W at 00:53 0 comments

29 September 2016
Hari ini, sahabatku silviana dekayati menikah. The day before, ada acara siraman. Nggak nyangka banget acar ini bikin aku haru. Entahlah, rasanya kayak "yatuhan.. temen nangis ketawa bareng aku udah nikah aja. Kayaknya baru kmaren aku sama dia haha hihi bareng, nongkrong, curhat sampe pagi, ngapa-ngapain bareng. Ehh sekarang udah jadi istri orang". Tapi aku turut bahagia. Cerita cintanya yang kelak kelok dari jaman suka nangis kejer sama B, temen moven sama si I yang hubungannya gapernah ada status, sama si A yang ceritanya dulu selalu sukses bikin aku envy, dan akhirnya berlabuh pada ikatan pernikahan sama mas S. I'm so so so so happy for you.

 (proses siraman)
Paginya, tanggal 29 aku malah mulai deg-degan. Duhh akhirnya hari-H. (Stttttt malemnya aku udah nyicipin kasur penganten lhooo wkwk) malemnya bobok bareng sambil pillow talk sampe setengah satu dinihari, jam empat udah bangun, terus mandi bareng juga. Entah kapan bisa begini lagi kaaan.
Daaaan, pas resepsi. Bukan silvi yang bikin aku haru. Justru pas nge'videoin mas sapto, yang bikin aku gabisa nahan air mata. Sampe eyeliner'nya bleber". Ahh bodoamat dah.
Nggggggggg nggak banyak hal yang bisa aku lakuin buat mereka. Tapi aku slalu berdoa, mereka jadi keluarga yang sakinah, mawaddah, rohmah. Saling sabar, makin dewasa, dan slalu penuh cinta. Happy wedding, for my precious besty SILVIANA DEKAYATI".





Saturday, 17 September 2016

Apa itu Misophonia?

Posted by Nana W at 19:34 0 comments
pernah denger kata "misophonia"?
Misophonia adalah keadaan dimana seseorang mudah jengkel dan marah hanya karena hal-hal kecil.
Nggggggggg mungkinkah, aku terlahir dengan misophonia? Soalnya aku emang gituu. Suka ngambek jengkel sebel hanya karna dicuekin, nggak didengerin pas lagi ngomong, nanya gadijawab, ga direspon pas cerita dengan semangat.
Sedih taau, punya kejiwaan yang kayak gini. Pengen marah tapi yaaa gimana. Gamarah juga dongkol sendiri. Ujung-ujungnya nangis di pojokan kamar curhat sama tembok. Soalnya percuma, cerita ke orang juga ngga guna.
T.T

Friday, 16 September 2016

Bahagia mutlak milikmu

Posted by Nana W at 22:22 0 comments
Seseorang yang abai pada kata-katamu, tidaklah berhak menanyakan alasan dibalik diammu. Dan seseorang yang tak menghargai keberadaanmu, tak berhak mencari ketiadaanmu. 
Waktu yang kau miliki untuknya, jauh lebih berharga dari apapun yang ada di dunia. Jika memang ia tak menghargaimu, jangan kau rendahkan kepalamu demi mengemis perhatiannya. Biarkan ia dengan dirinya. Angkat dagumu, berbahagialah. Karna bahagia mutlak milikmu.  

Thursday, 26 May 2016

Penantian yang menyakitkan

Posted by Nana W at 12:12 0 comments
Dua minggu berlalu dengan penuh duka. Empat belas hari, tentu bukan waktu yang sebentar. Terlebih bagi orang yang tengah berada dalam penantian sepertiku. Saat tiba hari ini, aku bersiap mematangkan segalanya. Bersiap menerima jawaban terburuk yang mungkin terjadi. Harapan akan jawaban baik? Tentu saja aku punya. Tapi aku tak ingin terlalu muluk berharap. Aku bahkan tak lagi siap untuk kecewa, meski telah berulang kali bertemu dan menderita. Kecewa selalu mengintaiku dengan begitu seksama. Ia bahkan takkan melewatkan kesempatan sekecil lubang semut sekalipun, hanya demi bisa membuatku terluka.
Aku mematut diri. Hari penantian tentu harus disambut dengan pantas. Aku duduk di bangku panjang berwarna biru. Penuh harap, Meski dengan lebih banyak cemas. aku berusaha tenang, meski detak jantung tetap saja tak bisa kukendalikan.
Menit terlewat, jam berlalu. Akhirnya ia datang. Wajah itu, wajah yang telah biasa ku lihat. Tapi kali inu, wajah itu sama sekali terlihat lain. Ia tersenyum. Iyaa, senyum. Senyum itu menghiasi wajahnya. Senyum yang indah, dan juga begitu manis. Tapi kau tau? Senyum itu, justru terasa lebih menyakitkan dari kata-kata pedas dan muka masam yang biasa kuterima. Kata-kata yang terlontar dari bibirnya sesaat kemudian, bahkan tak mengurangi sedikitpun sakit yang ditimbulkan dari senyum yang tersungging dari balik bibir tipisnya. Ia memintaku kembali menunggu. Kem-ba-li me-nung-gu.
Aku hanya mengangguk pelan. Pasrah pada apapun yang ia katakan. Aku tak sanggup berkata-kata. Mata ini bahkan mulai terasa pedih. Bukan soal harus kembali menunggu. Tapi penantian selama ini hanya terasa sia. Seperti air sisa hujan semalam, yang perlahan hilang dan kering, tersengat matahari.
Buatku, penantian memang selalu menyakitkan. Tak hanya tersiksa karna waktu yang terasa berjalan begitu lambat. Perasaan yang membuncah dalam dada, prasangka yang terus bermain liar dalam kepala. Semuanya melelahkan. Bahkan udara yang kuhirup pun terasa begitu berat.mimpi-mimpi dan harapan indah, perlahan mulai layu. Tak ada lagi yang membuatku yakin, bahwa penantian membawaku pada ujung yang bahagia seperti cerita-cerita dalam dongeng. Penantian ini, bahkan jauh lebih menyakitkan dari sekedar patah hati. Jauh lebih menyakitkan dari sekedar patah hati.

Saturday, 14 May 2016

Kehilangan selalu menyisakan luka yang mendalam

Posted by Nana W at 14:12 0 comments
Semarang hari ini tak terlalu panas. Tak seperti hari kemarin. Langitnya yang biru indah, terlalu menyakitkan untuk dinikmati. Karna matahari bahkan begitu menyengat untuk aku barang sejenak menikmati langit beberapa detik.
Pagi ini, aku berangkat ke stasiun untuk perjalanan pulang ke Bumiayu. Aku memang sengaja berangkat lebih cepat. Biar ga buru-buru. Jam 9.32 abang gojek dateng menjemput. Dan aku sampai di stasiun Semarang Poncol sekitar 09.58. Setelah ngeprint tiket, akupun duduk nuelonjorin kaki dan ngelurusin tangan. Maklum, barang bawaanku hari ini lumayan banyak. Iyaa, nyicil pindahan.
Saat duduk di ruang tunggu, ibu di sebelahku menyapa. Awalnya hanya pertanyaan basa-basi, seperti mau kemana, dari mana dan kok sendirian. Tapi, raut mukanya tiba-tiba berubah. Aku kira-kira usia ibu itu sekitar 55tahun. Beliau terlihat sedih, saat seorang papah muda menggendong anak perempuannya yang aku perkirain berusia satu tahun lewat sedikit. Ibu itu kemudian mulai bercerita dengan air mata yang udah mengalir. Bahwa ia kehilangan putrinya. Putrinya meninggal tiba-tiba, tanpa sakit. Meninggalkan cucu perempuannya yang baru berusia setahun.
Aku bisa melihat dengan jelas dalamnya luka yang ibu itu rasakan. Yaa, kehilangan memang selalu menyisakan luka mendalam. Terlebih bagi yang mencinta dengan terlalu dalam. Rsanya aku pengen memeluk ibu itu, tapi keraguan masih memenuhi benakku.
Anak, adalah harta terbesar bagi seorang perempuan. Belahan jiwanya, semangat hidupnya. Kehilangan seorang anak tentu bukan hal yang mudah bagi seorang ibu. Ia kehilangan separuh dari hidupnya. Sepruh dari jiwanya. Sakit yang dirasakan, jelas lebih menyakitkan dari sekedar patah hati.
Ibu itu duduk di kursi tunggu dari jam 10. Beliau datang dari Salatiga, hendak ke Tanjung Priuk. Menjenguk adik yang sakit, katanya. Beliau datang terlalu cepat. Karna kereta yang beliau tumpangi, Tawang Jaya jadwal keberangkatannya masih jam dua siang nanti. Itu artinya, si ibu harus menunggu selama empat jam. Sendirian.
Sedih, bangeeet. Aku bahkan masih kepikiran sampe sekarang. Masih jam 1.15
Saat sebelum masuk peron, aku sempetin pamit sama si ibu. Aku sungkemin. Semoga ibu slalu sehat.
 

Tumpah Ruah Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | web hosting